Dorkalicious


Pages

  • Beranda

Blog Archive

  • ▼  2012 (4)
    • ▼  Maret (3)
      • Reuni Keluarga
      • A Not-So-Long Story About Things I Like
      • Tugu Tani Tragedy
    • ►  Januari (1)
      • Tales from A Not-So-Fabulous Life

About Me

Foto Saya
mutiara nurzahra hanifa
A classy debater, A freaky Potterhead, an Ambitious Slytherin, A Fashionpedia
Lihat profil lengkapku

About this blog

Facebook Fan Page

Blog Archive

  • ▼  2012 (4)
    • ▼  Maret (3)
      • Reuni Keluarga
      • A Not-So-Long Story About Things I Like
      • Tugu Tani Tragedy
    • ►  Januari (1)
      • Tales from A Not-So-Fabulous Life
Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Minggu, 18 Maret 2012

Reuni Keluarga

Assalamualaikum wr.wb


guwai mengikho tali persaudaraan, nyak haga ngeguwai reuni keluarga. Reuni keluarga sinji haga dilaksanako pada:


Hari : Minggu, 18 maret 2011
Waktu : 12.00 s.d selesai
Tempat : di Mahan keluarga Lianurzen


dihakhapko seunyinni anggota keluakhga khatong untuk ngeningkatko hubungan silahtukhahmi antakh keluakhga balak.Demikian sukhat undangan sinji


waasalamualaikum wr.wb
Diposting oleh mutiara nurzahra hanifa di 06.12 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Kamis, 08 Maret 2012

A Not-So-Long Story About Things I Like

Playing piano . It has always been my favorite since childhood. I enjoy every moment to see fingers danced over the piano keys. playing piano is a place for me to pour my feelings, happy or sad. I played piano since I was in grade 2.

I never get bored playing the piano. Piano has become a part of me. It sounds to much but, it's how I feel. My mother also can play piano, she likes the piano just like me. when I was a child she loved to play piano in front of me.

there is a certain satisfaction in myself if I could play difficult songs. Hear thousand tones that resulted from my finger was very enjoyable although I know many people who can play better than me.
I most like to play classical music. Harmony of classical music is very beautiful. It can describe the feelings of players and told us hundreds of stories. Classical music does not need lyrics to tell us, by just knowing the title and listen to the music we can know the meaning of the song. It is a special thing of classical music and I strongly disagree with those who say that classical music is boring

I also like jazz. I think to be able to play jazz songs we need passion. Not every musician can play with a strong passion and it became a challenge for me to learn it
I will always playing piano and I will keep trying so I can play better

So it's just a little story from me and thank you for taking your time to read it


xoxo


p.s: the story continues



Diposting oleh mutiara nurzahra hanifa di 18.23 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Selasa, 06 Maret 2012

Tugu Tani Tragedy

The four people in a car that crashed into a group of pedestrians, killing nine, will each face several drug charges that could land them in jail for up to 12 years, police said on Tuesday.

But the absence of a specific offense for driving under the influence of drugs or alcohol means the prospect of more severe charges against the driver involved in the weekend’s carnage in Central Jakarta is limited.

“The four suspects will face layered charges,” said Sr. Comr. Nugroho Aji, the Jakarta Police’s narcotics chief.

He added that the charges being prepared would carry jail sentences between four and 12 years. He explained that the driver of the car and her three passengers would be charged with violating the 2009 Narcotics Law, as they are suspected of having been in the possession of drugs, having used drugs and having consumed drugs together with others.

The officer said that the four had admitted to taking ecstasy pills and drinking alcohol at a disco in the Hayam Wuruk area of West Jakarta and at a cafe in Kemang, South Jakarta. They said they were new to the drug scene.

“Their urine tested positive for methamphetamine. Based on that, we declared them drug suspects,” Nugroho said.

The four, identified as driver Afriani Susanti, 29, and passengers Adistira Putri Grani, 26; Deny Mulyana, 30; and Arisendi, 34, were in a Daihatsu Xenia that swerved off the road at Tugu Tani on Sunday morning, smashing into a group of people.

National Police spokesman Insp. Gen. Saud Usman Nasution said that the car was found to have been traveling at no less than 90 kilometers per hour at the time of the accident. Air pressure in the car’s front tires also was not optimal, adding to its instability at high speed, Saud said.

Nugroho said the four told police that they had “only” used drugs twice. He said police would check the various sites and clubs mentioned by the suspects.

Sr. Comr. Dwi Sigit Nurmantyas, the head of the Jakarta Police’s traffic department, said that the driver of the Xenia would also face multiple charges based on the Traffic Law and the Criminal Code. “The heaviest is the violation of Article 310, which carries up to six years in jail,” Dwi said, referring to the article on reckless driving that causes serious injury or the loss of life.

He also said that Afriani did not have a valid driver’s licence and car registration.

Yesmil Anwar, a legal expert from Padjadjaran University, said Indonesia did not apply cumulative sentences if suspects were found guilty of multiple charges.

“The suspect is facing two charges, reckless driving and the use of narcotics, and in cases like this, the judges will of course pick [the charge carrying] the heaviest sentence,” Yesmil said.

The expert added that the case pointed to a need to review the law, including drafting a specific article dealing with driving under the influence of drugs or alcohol.

Edy Suandi Hamid, another legal expert and rector of the Indonesian Islamic University in Yogyakarta, said that the four, especially the driver, should be punished severely.

“It should not be allowed to happen that this Xenia case leads to similar punishment as in other cases that do not nearly involve so many violations and so much suffering,” he said.



source
even though the suspect in a state of drunkenness or unconsciously it may not be the thing that will ease the punishment of the suspect because she basically had committed the murder intentionally or not. If we do not want to see in terms of crash cases we can see in terms of traffic laws she was breaking with driving in high speed and in an unconscious condition. The government must punish the perpetrators clearly that such cases are not repeated

Diposting oleh mutiara nurzahra hanifa di 05.15 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Jumat, 20 Januari 2012

Tales from A Not-So-Fabulous Life

Pada  malam pertama di bulan september sebuah mobil melaju dengan kecepatan cukup tinggi, membelah heningnya malam. Mobil tersebut tampak keluar masuk di berbagai rumah sakit hingga akhirnya berhenti di sebuah klinik bersalin. Klinik tersebut adalah Klinik Bersalin Mutiara Putri.
Dari mobil itu keluar laki laki berusia sekitar awal 30 an. Laki laki itu membantu seorang wanita yang tampak kesakitan selain kedua pasangan itu turun 3 orang lanjut usia dengan mimik cemas. Mereka semua masuk kedalam Klinik tersebut
Setelah melalui proses panjang pada pagi hari tanggal 2 september 1996 sekitar pukul 09.00 WIB lahirlah seorang bayi perempuan. Bayi ini bernama Mutiara Nurzahra Hanifa. Merupakan anak pertama dari pasangan Ahmad Lianurzen dan Dian Filliria. 
saya saat baru lahir

Selama masa kecil saya tinggal di Metro bersama kedua orangtua saya. Setiap hari mereka pulang pergi untuk bekerja , sementara saya tinggal dirumah bersama nenek saya untungnya saya tidak sering menangis. Hingga saya berusia 6 tahun saya tinggal di Metro. Disana saya masuk TK Pertiwi selama di TK ibu saya memasukan saya kebeberapa klub kesenian mungkin tujuan beliau mencari tau bakat saya dimana haha. Jujur kalo inget tentang masa kecil terutama kalo saya pernah ikut pentas tari atau lomba kartini dan lain lain yang menurut saya sangat tidak ada pengaruh lagi pada kehidupan saya sekarang, saya sering merasa geli sendiri. Malah menurut saya bakat saya baru muncul ketika saya duduk di bangku SD
Pada saya berusia 6 tahun saya dan keluarga pindah ke Bandar Lampung . Mengingat orangtua saya bekerja di Bandar Lampung jadi akan lebih mudah apabila kami tinggal disini. Saya  masuk ke SD Negeri 2 Rawalaut. Pertama kali saya menginjakan kaki disini sama seperti ratusan anak lainnya, saya juga merasa gugup. Hari pertama saya sekolah disitu sejauh ingatan saya cukup menyenangkan ya semoga saja ingatan saya ini akurat mengingat hal itu terjadi sekitar 9 tahun yang lalu haha. Masa masa di SD berlangsung cepat tapi,engga mungkin saya menceritakan apa yang terjadi pada saya selama 6 tahun menimba ilmu disana jadi saya akan menceritakan beberapa kejadian yang menurut saya paling berkesan dan tentunya yang masih saya ingat haha
saya bersama kakek dan sepupu, saya berada paling sebelah kiri

saya merayakan ulang tahun ke 4
 Pada saya duduk di bangku SD inilah saya mulai menemukan ketertarikan saya di berbagai bidang. Saya mulai belajar piano saat saya duduk di bangku kelas 2 SD ternyata salah satu bakat ibu saya menurun juga. Saya sangat suka bermain Piano dan pada saya duduk di bangku kelas 5 SD saya ikut konser pertama saya. Pada saat itu saya gugup setengah mati, kelemahan saya saat itu adalah naik ke atas panggung walaupun menurut saya hal ini terjadi pada hampir semua anak disitu.Yang paling mengganggu pikiran saya adalah karena saya akan menjadi soloist pada konser itu jadi istilahnya menjadi sorotan utama apakh lagu itu ditampilkan dengan baik atau tidak. Alhamdulilah, saya berhasil menampilkan lagu itu dengan baik dan disambut meriah oleh penonton.
saya saat kelas 6 SD
Akhirnya saya sampai di penghujung masa SD. Pada masa itu angkatan saya di menjadi angkatan pertama yang mendapat UASBN seperti yang kita kira pasti semua pihak langsung menyiapkan amunisi agar kita bisa lulus dengan nilai yang memuaskan. Untuk saya sendiri ada satu masalah yaitu nilai matematika saya tidak pernah memuaskan karena daari kecil saya tidak terlalu suka dengan pelajaran matematika. Untungnya berkat dukungan orang tua dan wali kelas saya yang galak sehingga saya terus berusaha dan akhirnya saya mendapatkan hasil yang memuaskan dan matematika saya mendapat 90 itu merupakan kebanggaan sendiri bagi saya walaupun saya tau banyak yang mendapatkan nilai 100 tapi, saya tetap bangga dengan hasil usaha saya selama ini .
Setelah selesai dengan UN saya masih harus bersiap untuk tes masuk SMP. Alhamdulilah saya berhasil diterima di salah satu SMP terbaik di lampung. Saya bersekolah di SMP Negeri 2 Bandar Lampung. Pada saat saya duduk di kelas 7 saya berhasil mendapat juara 2 menulis artikel tentang sanitasi saya sangat engga nyangka bisa mendapat juara di lomba itu bahkan saya mewaikili lampung ke jambore sanitasi nasional saya mendapatkan pengalaman yang tidak terlupakan disana. Sebenarnya saya mulai menulis sejak SD namun saya baru berani ketika saya duduk dibangku SMP. 
 
saya berada di barisan ke dua di ujung sebelah kiri



Ada satu hal lagi yang sangat mengesankan bagi saya terjadi di SMP. Saya menjadi Ketua OSIS di sekolah saya. Itu merupakan hal yang paling engga saya sangka diantara ratusan siswa saya bisa terpilih menjadi Ketua OSIS. Selama saya menjabat banyak hal yang bisa saya pelajarin saya juga beruntung karena memiliki anggota yang sangat asik juga bisa diajak bekerja sama, Itu merupakan pengalaman tersendiri bagi saya 
saya ketika mengikuti jambore sanitasi,saya berada di barisan ke 3 orang ke 4 dari kiri
Selama 3 tahun bersekolah di SMP 2 adalah masa masa paling mengesankan di hidup saya, mungkin ini terkesan berlebihan bagi beberapa orang yang membaca ini tapi, yah itulah pendapat saya. Kadang saya rindu mengingat masa masa SMP.
  
saya bersama teman teman saya saat perpisahan SMP, saya duduk dan berada di tengah
Kini saya duduk di bangku kelas 10 di SMAN 2 Bandar Lampung. Saya masuk di kelas X-1. Selama di SMA ini hal berjalan dengan cukup menyenangkan walaupun tidak se-simple yang terjadi di SMP. Saya juga mendapat teman baru dan pengalaman baru. Saya harap selama di sini saya bisa menjadi lebih baik lagi dan dapat membanggakan orang tua dikemudian hari.
saya bersama kedua orangtua saya

saya bersama teman sekelas saya, saya berada di barisan ke 2 dan orang kedua dari kanan

Sekian deh sekilas cerita tentang saya, terima kasih kalian udah meluangkan waktu kalian buat baca sepenggal cerita ini. Maaf kalo setelah kalian membaca kalimat terakhir kalian masih menemukan ketidakpuasan,kebosanan,keanehan,kebingungan dan ke  ke yang lain  yah  ini hanya sekedar berbagi cerita jadi sekali lagi terima kasih dan ohon maaf apabila ada kesalahan. Oke menurut saya ini aja yang bisa saya ceritain  (mengingat udah nulis sekitar 3 halaman di Ms. Word)
The End ?


p.s : wait for my another story ;)
Diposting oleh mutiara nurzahra hanifa di 04.42 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Postingan Lebih Baru
Langganan: Komentar (Atom)
@ 2011 Dorkalicious; Many thanks to: Blogger Templates / Web Design Company / Web Hosting India / Technology Blog